Ketika ke Bukittinggi, bertemu seorang bapak dia mengingatkan sesuatu, begini katanya; “seringkali otak kita yang pintar terjebak di dalam tubuh yang malas”. Waduh si bapak tau aja…terima kasih nasehatnya pak…tapi sepertinya tuh kalimat udah pernah di dengar loh, dimana ya, kapan yah…

Saat di Yogyakarta, Veri Junaidi bertanya ke seorang mas Tukang Becak. “Mas jamunya apa sih sampai kuat begini”. Veri sudah mempersiapkan jawaban tandingan jika si mas menjawab dengan pelbagai jenis jamu khas jawa. Tapi ternyata si Mas menjawab di luar dugaan. Katanya: ” jamunya Sabar mas”. Dek…veri terdiam. Hikmah banget. Ketika Veri ceritakan aku juga tersentuh. Obat yang bisa membuat kita jadi kuat menghadapi dunia adalah sabar coy…SABAR, lima huruf yang sulit diterapkan. (catatan Yogya)

Aku kira, beginilah nanti jadinya, kau kawin, beranak dan berbahagia sedang aku mengembara serupa Ahasveros. Dikutuk-sumpahi Eros. Aku merangkaki dinding buta. Tak satu juga pintu terbuka. Jadi baik juga kita padami. Unggunan api ini karena kau tidak ‘kan apa-apa. Aku terpanggang tinggal rangka. (‘Tak Sepadan’ dalam Chairil Anwar; Aku Ini Binatang Jalang, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007)

Allah itu tidak pernah kehabisan pahala, sebagaimana tidak pernah habis hukuman bagi para pendosa. (sinetron Para Pencari Tuhan, SCTV, Ramadhan 1428)

A brave heart is a powerful weapon (Rudy Tolson, pada acara Oprah Show tayang ulang di metro 25 Jan 2008)

“Noch suchen die Juristen eine Definition zu ihrem Begriffe von Recht” -tidak ada para juris/ahli hukum- yang sepakat dalam mendefenisikan apa itu hukum (Imanuel Kant dalam Prof. Mr. Dr. L.J. van Apeldoorn, Pengantar Ilmu Hukum -Inleiding tot de Studie van het netherlandse recht- cetakan kelima, Pradnya Paramita, Jakarta, 1978, h. 13.)

Horatius; Truditur dies die -waktu tidak berhenti- (Mr. R. Tresna, Peradilan di Indonesia dari abad kea bad, Pradnya Paramita, Jakarta, 1977, h. 7)

Dimanakah kamu saat ini, ketika aku duduk di depan meja memandang malam dengan rasa kelu di dalam hati yang sudah membusuk jutaan malam, aku terkapar di segala tempat melolongkan namamu, tapi  kau tak bergeming di tempat persembunyiaan, walau sadar di sini kau telah ku nobatkan menjadi segalanya (Putu Wijaya, Uap, Penerbit Bentang, 1999.

Tanpa maksud jahat kepada siapapun juga, dengan kemurahan hati terhadap semua, dengan keteguhan pada kebenaran -Abraham Lincoln- (Majalah Hukum dan Keadilan-Majalah Hukum Peradiln-Edisi 10, Nomor:10 tahun ke VII november-desember 1979)

Fiat Justica Et Ruat Caelum (Biarkanlah keadilan berdiri bahkan ketika langit runtuh)

“minoritas kreatif” adalah Mereka memiliki energi besar di tengah masyarakat yang sudah kepayahan, punya gagasan besar di tengah lingkungan yang tersesat, dan terus memilihara daya hidup yang menyala-nyala di tengah masyarakat yang sudah putus asa. (Arnold Toynbee, dalam EEP Saefulloh Fatah, Kompas, selasa 28 Okto 2008).

We have no power except justice, truth, sincerity,…that is why i appeal to the world community to please help (Dalai Lama)