puthut-ea-depan2puthut-ea-depan

Novel Pertama:

“Cinta Tak Pernah Tepat Waktu”

Karya:

PUTHUT E.A.

Novel ini diulas dengan gaya menarik dan hebatnya dibungkus pula dengan sampul yang memikat. Memancing para pembeli untuk mengetahuinya lebih jauh. Sampul buku yang berwarna merah dengan gambar karung dan memiliki titel kalimat tanya “berani beli cinta dalam karung?” tentu menjadi “umpan” dahsyat.

Novel dimulai dengan beberapa pengandaian singkat mengenai isi cerita. Berupa perumpaan cerita-cerita pendek mengena; kadangkala sial itu datang ketika akhir cerita bahagia sudah di depan mata.

Novel ini mengisahkan petualangan cinta seorang aktivis 98 yang memilih lari dari kehidupan cintanya. Pengkhianatan gadis yang amat dicintainya membuatnya mengelana kesudut-sudut kota, untuk menenangkan diri. Sementara itu ia “mengabdikan” dirinya sebagai “detectif partikelir”. Sebuah istilah yang baru saya dengar di Novel ini, berupa kegiatan para penulis buku atau apa saja yang berkaitan dengan pembuatan tulisan.

Puthut sesungguhnya mengakui sendiri, berdasarkan cerita di Novel bahwa kisah ini adalah perjalanan hidup kawannya. Seorang yang dirahasiakan dengan inisial “Bung N.”

Penilaian saya yang memberi poin luar biasa pada novel ini bisa jadi sangat subjektif dikarenakan beberapa hal (bahkan banyak hal) dalam Novel ini sangat sama dengan peerjalanan hidup saya. Bahkan saking “terasukinya” saya, novel dengan halaman baca 311 halaman ini hanya selesai dibaca tidak sampai dalam satu hari saja. Oleh karenanya saya anjurkan para pembaca membeli ataupun meminjam bukunya untuk coba menganalisanya dengan lebih objektif.

tenggelamnya-vanderwijk

Novel Kedua:

“Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

Karya:

Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)

Kenapa Novel lawas ini dibahas dalam resensi novel blog ini. Ada beberapa alasan; pertama, buya adalah legenda, baik dalam masalah kesusasteraan Indonesia, maupun keagamaan serta cara bersikap dalam mempertahankan prinsip menentang perbedaan dari penguasa. Kedua, novel ini memiliki daya magis kata-kata yang menghanyutkan.

Buku ini menceritakan kisah cinta antara Hayati dan Zainuddin. Sebuah cerita cinta tak kesampaian. Bukan karena tidak saling mencintai melainkan masalah klasik bahwa salah satu pihak (Zainuddin) dianggap tidak memiliki kepantasan oleh keluarga sang perempuan untuk mendampinginya. Zainuddin tak peduli hingga diusir dari kampung. Dia tetap mencintainya dari jauh. Bertahan dengan surat-surat cintanya yang meratap. Cinta Zainuddin yang tak pernah bimbang bertemu dengan desakan dari pelbagai pihak untuk menghancurkan cinta Hayati. Tidak hanya dari keluarga tapi juga dari sahabatnya sendiri. Akibatnya pertahanan Hayati “patah” jua. Ia akhirnya menikah dengan kakak sahabatnya Khadijah.

Kejadian itu membuat Zainuddin hancur hatinya, membuatnya sakit parah. Sahabatnya kemudian menasehatinya untuk merantau melupakan cintanya ke pulau jawa. Tapi cinta sejatinya tidak pernah pudar. Tapi ia berupaya merubah hidupnya menjadi penulis novel, roman percintaan. Dikarenakan hatinya pernah disakiti, kata-katanya begitu merasuk, mendalam dan kena di hati para pembaca. Kerja barunya itu akhirnya menemukan tempat, ia segera menjadi penulis kenamaan. Di rantau ia dipuja-puji. Ia kemudian menjadi penulis yang ditunggu novelnya.

Dalam novel ini buya menampilkan jalan cerita roman yang sesungguhnya sangat umum ketika itu, yaitu “kasih tak sampai”. Namun yang luar biasa adalah cara buya menuturkan cerita ini, hingga tanpa kita sadari airmata menitik sudah. Novel ini dianggap salah satu masterpiece Buya selain “di bawah lindungan ka’bah”.

Bagi para pencinta novel saya tentu sarankan membaca novel ini….

Es isto

Novel Ketiga

“Negara Kelima”

Karya :

Es Ito

Novel ini adalah hasil “bacaan” sejarah yang luar biasa dari pengarangnya. Es Ito, penulis muda yang patut menerima “salut” tersendiri. Memilih jalur novel yang berbeda daripada para pengarang lainnya di Indonesia, pemuda ini mampu menunjukan bagaimana penggabungan daya imajinasi dan pengetahuan dapat berpadu menjadi sajian novel yang runut dan “mengigit”. Walaupun semangat kedaerahan, kalau tidak dapat disebut chauvanisme, merasuki penulis novel muda ini, tetapi logika yang dimainkannya membuat pembaca enggan memperdebatkan penyajian bukti-bukti sejarah yang dijabarkan Es Ito.

Tokoh Utama, Timur Mangkuto, tidak timbul seketika, sehingga tokoh ini tidak diduga pada awal bacaan adalah “bintang utama”. Sisi kecil ini memperlihatkan bagaimana penulis novel mampu mempermainkan dengan cerdik alur berpikir pembaca. Es ITo dengan pandainya, sebagaimana diungkapkan di atas, mampu menggabungkan antara fakta dan fiksi bagai benang tipis. Pembaca dibuat setelah membaca novel untuk menelusuri museum sejarah, karena salah satu benda yang dibicarakan Ito ada di Museum. Atau pembaca akan terloncak tiba-tiba ingin membuktikan apa yang disampaikan Ito itu benar-benar ada dalam buku sejarah atau tidak. Tentu pembaca tidak akan menemukan poin-poin kesejarahan yang Ito sampaikan pada literatur sejarah kacangan. Inilah yang membuat Ito menurut saya harus diberikan penghormatan tersendiri. Novel ini mencerdaskan memacu pembacanya untuk berbuat pintar. Maksud saya, rasa penasaran yang ditimbulkan dari membaca novel Ito, membuat pembaca akan rajin belajar (khususnya kesejarahan).

Memang tidak dapat dipungkiri “dugaan” bahwa inspirasi gaya bercerita Ito dipengaruhi “gaya” Dan Brown, namun Ito memiliki gaya tersendiri, gaya keindonesiaan. Ia mengkritik bangsanya melalui novel. Hal yang sangat berbeda dengan Dan Brown yang mengkritik keyakinan agama. Ito melalui novel ini sesungguhnya masuk ke dalam ranah politik yang transparan. Mungkin maksudnya juga bagaimana pembacanya cerdas menanggapai kondisi sebagai warga negara, tidak hanya cerdas secara kesejarahan tetapi juga secara politik.

Negeri 5 Menara

Novel Keempat

“Negeri 5 Menara”

Karya:

Ahmad Fuadi

Man Jadda Wa Jadda.

5 Responses to “Resensi Novel”

  1. sabri Says:

    bang,jangan hanya buat resensi aja bang…
    buat juga novelnya…
    hehehe…

  2. sri afrianis Says:

    mantapbs bana mah pren….ko baru pei… gettin closer to ur dream????

  3. Jejeknonk Says:

    Yg Lengkap donk bank……hehehe biar enjoy bc- ne…

    1. feriamsari Says:

      hehehe agak susah brapa bulan ini utk membaca novel…maaf hahaha

  4. hanz Says:

    aaaahh…gitu doang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s